Selasa, 30 April 2019

WUJUD dan MA ' RIFAT

WUJUD dan MA ‘ RIFAT
pemikiran islam
 dalam mempertemukan
ilmu pengetahuan dan filsafat

Nadim Al Jisr
Pedoman Ilmu Jaya
1992

CARA TERJADINYA ALAM
Hairan : kemudia syeikh diam dan memicingkan matanya. Ia tenggelam dalam lamunan berapa lama. Lalu ia mengangkat kepalanya dan berkata :
Saya berfikir dari mana pembicaraan harus dimulai, bagaimana menertibkan masalah yang berhubungan dengan otak dan menjadikan pemikiran sebagai penerang bagi setiap masalah. Saya fikir lebih baik tidak saya uraikan menurut urutan itu, karena saya cemas fikiranmu terbawa kepada perbandingan dan kutipan pintas. Sedangkan menukar cara itu mudah.
Hairan : tudak apa -apa. Pak guru ……. Beritahukanlah kepadaku !
Syeikh : saudara, kita mulai dengan soal berikut : bagaimana sebenarnya Tuhan menciptakan dan membuat alam yang ragam ini ?
Tinggalkanlah masalah materi asal, tinggalkan masalah qadim atau hadis. Saya bertanya, bagaimana harusnya bentuk dan gambaran yang banyak ini, seperti bintang, barang tambang, tumbuhan, hewan dan manusia?
Tentang ini tidak ada akal yang mengatakan qadim, tidak mungkin qadim karena ia berobah. Demikianlah juga ilmu. Jadi ia adalah baru atau diciptrakannya sesudah tidak ada. Bagaimana terjadinnya semua itu. Ada tiga factor :
1. Adanya diciptkannya oleh Allah SWT
2. Tercipta dari unsur – unsur benda yang punya iradat, maksud dan tujuan
3. Segala terjadinya dengan perpaduan, dengan arti bagian dan unsur yang mati lagi buta itu bertemu, berpadu secara wajar dalam waktu tertentu serta terpisah juga dengan perpaduan , maka terjadilah semua ini dan terciptalah kehidupan.

Inilah tiga factor yang mungkin diterima akal, tidak ada yang lain dari itu.
Factor ketiga sesuai dengan kata sebagian aliran materialis, diantaranya Haekal mengatakan : “ berikanlah akub air dan sebagian zat kimia dalam waktu yang cukup untuk menciptakaan manusia.
Factor ke dua tidak ada yang mengatakannya, baik orang beriman maupun materialis, tapi yang jelas mereka mengingkari iradat dan maksud dari benda dalam berbentuk makhluk ini.
Jadi kita dihadapkan kepada dua alternative, tidak ada yang ketiga, yaitu alam yang banyak ini karena diciptakan Allah atau karena pengaruh perpaduan.
Hairan : Di sini syeikh diam dan memikirkan keterangannya selnjutnya, kemudia berkata : saya melihat perbedaan pemikiran yang terbayang dari wajahmu setiap saat. Apakah keteranganku masih diragukan.
Hairan : Tidak tuanku, tidak….. semua keringkasan itu sudah jelas, tidak diragukan lagi, tapi yang saya khawatirkan ialah pertanyaan yang engkau kehendaki dari saya. Saya tidak sanggup mengemukakannya. Tuanku tahu di antara pemikiran manusia yang bergerak itu mendapatkan kesulitan dan kelemahan.
Syeikh : itu benar……. Tapi tidak boleh ditinggalkanm, walaupun tidak kelihatan manfaatnya. Yang baik dimasukkan ke pusat pemikiran sekurang kurangnya sebentar saja. Tidak ada manfaat yang lebih baik namun masih berguna, menyenangkan hati dan keridaan semoga kamu tidak keberatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Argumentasi Sengketa Pilpres 2019

Dasar dasar BPN mengajukan gugatan ke MK 1.  Penyalahgunaan Anggaran Belanja Negara dan Program Pemerintah       Kubu Prabo...